Tampil berbicara di depan banyak orang merupakan salah satu tantangan terbesar bagi sebagian besar siswa sekolah menengah pertama. Rasa gugup, tangan berkeringat, hingga pikiran yang tiba-tiba kosong sering kali melanda saat seorang siswa harus melakukan presentasi di depan kelas. Di SMPN 1 Kendari, hambatan ini tidak dibiarkan menjadi penghalang bagi perkembangan kemampuan komunikasi siswa. Sekolah secara proaktif mengenalkan penggunaan teknik pernapasan sebagai cara paling sederhana namun efektif untuk mengelola kecemasan panggung. Program ini bertujuan agar siswa memiliki kendali penuh atas emosi mereka, sehingga pesan yang ingin disampaikan dalam presentasi dapat diterima dengan baik oleh audiens.
Secara biologis, saat seseorang merasa cemas, tubuh akan masuk ke dalam mode “lawan atau lari”, yang menyebabkan napas menjadi pendek dan cepat. Hal ini justru akan memperparah rasa panik di otak. Di SMPN 1 Kendari, siswa diajarkan bahwa dengan memanipulasi cara bernapas, mereka dapat mengirimkan sinyal ke otak bahwa kondisi saat ini aman. Salah satu teknik pernapasan yang paling populer diajarkan adalah pernapasan kotak (box breathing), di mana siswa menarik napas, menahan, mengembuskan, dan menahan kembali dalam hitungan yang sama. Latihan ini terbukti mampu menurunkan detak jantung dan memberikan ketenangan instan sebelum siswa melangkah maju ke depan kelas.
Penerapan teknik pernapasan ini dilakukan secara rutin di awal jam pelajaran yang melibatkan banyak presentasi atau diskusi aktif. Guru-guru di SMPN 1 Kendari memberikan waktu sekitar dua hingga tiga menit bagi seluruh kelas untuk melakukan relaksasi bersama. Dengan menjadikan hal ini sebagai rutinitas, siswa tidak lagi menganggap rasa gugup sebagai musuh yang harus dihindari, melainkan sebuah respons tubuh yang bisa dikelola dengan baik. Ketenangan yang diperoleh dari pernapasan yang dalam memungkinkan oksigen mengalir lebih lancar ke otak, sehingga daya ingat dan kemampuan berbicara siswa meningkat secara signifikan saat presentasi berlangsung.
Selain manfaat fisik, teknik pernapasan juga berperan sebagai jangkar psikologis bagi siswa. Saat mereka mulai merasa kehilangan fokus atau merasa terintimidasi oleh tatapan teman-teman sekelas, mengambil satu napas dalam yang sadar dapat membantu mereka kembali ke momen saat ini (present moment). SMPN 1 Kendari ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki alat pertolongan pertama emosional yang bisa mereka gunakan kapan saja.