Penerapan kebijakan ini dilakukan melalui pengawasan ketat terhadap para pedagang kantin serta edukasi langsung kepada para pelajar. Dalam aturan kantin sehat tersebut, setiap penyedia makanan diwajibkan untuk tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang berbahaya seperti pengawet atau pewarna tekstil. Selain itu, kebersihan peralatan masak dan area penyajian menjadi standar yang harus dipenuhi setiap hari. Dengan adanya aturan yang jelas, lingkungan sekolah menjadi area yang aman dari risiko keracunan makanan atau penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk, sehingga orang tua tidak perlu merasa khawatir saat anak-anak mereka jajan di sekolah.
Aspek yang paling ditekankan dalam program ini adalah membangun disiplin konsumsi di kalangan siswa. Di usia remaja, kecenderungan untuk memilih makanan cepat saji atau camilan yang tinggi gula sangatlah besar. Melalui berbagai kegiatan edukasi, SMPN 1 Kendari mengajak siswa untuk lebih selektif dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuh mereka. Kedisiplinan dalam memilih makanan sehat akan berdampak pada meningkatnya konsentrasi belajar dan energi yang lebih stabil sepanjang hari. Siswa diajarkan untuk memahami label nutrisi sederhana dan pentingnya keseimbangan antara asupan karbohidrat, protein, serta serat.
Selain itu, sekolah juga mempromosikan pentingnya makanan gizi yang seimbang melalui penyediaan menu-menu lokal yang sehat di kantin. Dengan memanfaatkan sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi, kantin sekolah tidak hanya menjadi tempat mengisi perut, tetapi juga laboratorium hidup untuk belajar tentang gaya hidup sehat. Siswa didorong untuk membawa botol minum sendiri dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, yang merupakan bagian dari kedisiplinan lingkungan yang terintegrasi dengan kesehatan fisik. Perubahan kebiasaan makan ini diharapkan akan terbawa hingga ke lingkungan keluarga masing-masing.
Proses sosialisasi aturan kantin sehat ini melibatkan berbagai pihak, termasuk petugas dinas kesehatan setempat untuk memberikan bimbingan teknis kepada pengelola kantin. Guru-guru di SMPN 1 Kendari juga berperan sebagai teladan dengan turut mengonsumsi makanan sehat di kantin sekolah. Ketika siswa melihat orang dewasa di sekitarnya menghargai kesehatan, mereka akan lebih mudah untuk mengikuti perilaku tersebut secara sukarela. Pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus ini perlahan-lahan mengubah budaya sekolah menjadi lebih peduli terhadap kualitas hidup jangka panjang melalui pola makan yang benar.