Di era ekonomi digital yang berkembang pesat, kemampuan bahasa pemrograman atau coding kini dipandang sebagai “literasi baru” yang sama pentingnya dengan kemampuan membaca dan menulis. Menyadari potensi besar di bidang teknologi informasi, SMPN 1 Kendari melakukan langkah visioner dengan memperkenalkan kurikulum Dasar Coding bagi para siswanya. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia teknologi sejak dini, memberikan bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, serta merangsang pola pikir logis dan sistematis dalam diri para peserta didik di ibu kota Sulawesi Tenggara tersebut.
Program pengenalan coding di sekolah ini dirancang dengan pendekatan yang sangat menyenangkan dan tidak mengintimidasi. Siswa diajarkan logika dasar pemrograman melalui platform berbasis visual yang interaktif, di mana mereka dapat belajar membuat animasi sederhana, permainan kecil, hingga aplikasi dasar tanpa harus menghafal sintaks yang rumit terlebih dahulu. Melalui proses ini, siswa belajar tentang urutan perintah (sequence), pengulangan (loop), dan logika kondisi (conditional logic). Pembelajaran ini sangat efektif dalam mengasah kemampuan berpikir komputasional (computational thinking), yang sangat berguna untuk memecahkan masalah dalam berbagai mata pelajaran lainnya.
Sekolah melihat program ini sebagai sebuah Langkah Awal untuk membuka cakrawala siswa terhadap profesi-profesi baru di masa depan yang menjanjikan. Dengan menguasai dasar-dasar teknologi, siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna aplikasi, tetapi mulai berpikir sebagai pencipta solusi digital. Di SMPN 1 Kendari, para siswa diajak untuk melihat masalah di lingkungan sekitar mereka dan mencoba memikirkan solusi digital apa yang bisa dibangun untuk mengatasi masalah tersebut. Hal ini menanamkan jiwa inovator dan kreativitas yang tinggi dalam diri setiap Siswa, yang merupakan modal utama untuk bersaing di level nasional maupun global.
Impian besar untuk mencetak Developer Muda dari Kendari didukung dengan penyediaan fasilitas laboratorium komputer yang memadai dan akses internet yang cepat. Sekolah juga menjalin kemitraan dengan komunitas IT lokal untuk mengadakan sesi berbagi pengalaman (sharing session) dan mentoring. Interaksi langsung dengan para praktisi teknologi ini memberikan motivasi tambahan bagi siswa untuk menekuni bidang ini lebih dalam. Mereka belajar bahwa untuk menjadi seorang pengembang perangkat cerdas, dibutuhkan ketekunan, ketelitian, dan keinginan untuk terus belajar hal-hal baru. Suasana belajar yang kolaboratif di kelas Dasar Coding ini juga melatih siswa untuk bekerja dalam tim saat mengerjakan proyek pengembangan aplikasi.