Bulan Ramadhan di SMPN 1 Kendari dimanfaatkan sebagai waktu yang paling produktif untuk meningkatkan wawasan spiritual siswa. Mengingat bulan suci ini adalah masa di mana fokus siswa cenderung lebih tenang, sekolah menginisiasi program literasi yang sangat inovatif. Fokus utama dari inisiatif ini adalah literasi keagamaan, di mana siswa tidak hanya diajak untuk membaca kitab suci, tetapi juga mendalami khazanah keilmuan Islam secara lebih komprehensif melalui buku-buku referensi yang disediakan di perpustakaan sekolah maupun platform digital.
SMPN 1 Kendari menyadari bahwa di era informasi yang sangat cepat ini, siswa sangat rentan terhadap pemahaman agama yang dangkal atau bahkan terjerumus pada radikalisme. Oleh karena itu, kegiatan belajar selama puasa ini menjadi tameng yang sangat kuat. Siswa diajak untuk membaca dan mengulas buku-buku karya ulama moderat, kisah-kisah tokoh Islam yang inspiratif, serta sejarah peradaban Islam yang maju. Melalui program ini, literasi tidak hanya diartikan sebagai kemampuan membaca teks, tetapi kemampuan dalam memahami konteks dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan modern.
Setiap minggunya, siswa diwajibkan untuk membuat resume atau ringkasan dari buku yang mereka baca. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok di bawah bimbingan guru agama. Dalam diskusi tersebut, siswa bebas bertanya mengenai keraguan mereka atau isu-isu yang sedang hangat di media sosial yang bersinggungan dengan agama. Guru berperan sebagai fasilitator yang meluruskan pemahaman dan memberikan perspektif yang seimbang. Metode diskusi ini sangat efektif untuk melatih keterampilan berpikir kritis dan kemampuan berargumen siswa dengan dasar-dasar yang kuat.
Selain itu, sekolah juga mengoptimalkan peran perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber informasi. Pihak sekolah memperbarui koleksi buku-buku agama agar lebih relevan dan menarik bagi minat remaja. Dengan ketersediaan buku yang berkualitas, siswa merasa lebih tertantang untuk melakukan riset sederhana terkait topik yang diminati. Literasi yang dibangun di SMPN 1 Kendari ini menciptakan suasana akademik yang religius, di mana siswa belajar bahwa menjadi cerdas dan menjadi taat adalah dua hal yang saling melengkapi dan tidak bertentangan.