Bagi para pria yang tertarik dengan warisan budaya dan senjata tradisional Indonesia, khususnya dari Pulau Jawa, thulup mungkin tidak sepopuler keris atau golok. Namun, senjata tradisional yang satu ini memiliki peran penting dalam kegiatan berburu tradisional dan membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya. Mari kita mengenal lebih dekat senjata tradisional yang unik ini.
Thulup adalah senjata tradisional berupa sumpit atau blowgun yang digunakan untuk melontarkan anak panah kecil (sundup) dengan cara ditiup. Thulup biasanya terbuat dari bambu panjang yang dilubangi bagian tengahnya hingga membentuk tabung lurus. Panjang thulup bervariasi, bisa mencapai satu hingga dua meter. Anak panahnya (sundup) terbuat dari bambu atau kayu kecil yang salah satu ujungnya diberi mata panah dari bambu runcing atau logam kecil, dan bagian pangkalnya diberi semacam gabus atau bulu untuk membantu aerodinamika saat terbang. Penggunaan thulup membutuhkan teknik pernapasan dan ketepatan membidik yang baik.
Sejarah penggunaan thulup di Jawa diperkirakan telah ada sejak lama, terutama di kalangan masyarakat yang hidup di dekat hutan atau memiliki tradisi berburu. Senjata tradisional ini sangat efektif untuk berburu binatang kecil seperti burung atau tupai tanpa menimbulkan suara yang terlalu bising yang bisa menakuti hewan buruan lainnya. Bahkan, menurut penuturan seorang tokoh masyarakat di sebuah desa di Jawa Timur pada hari Kamis, 8 Mei 2025, thulup dulunya menjadi salah satu alat utama bagi para pemburu tradisional di wilayah tersebut untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga.
Meskipun zaman telah modern dan penggunaan senjata api semakin umum, thulup masih dijumpai di beberapa komunitas adat di Jawa yang mempertahankan tradisi berburu. Selain itu, thulup juga terkadang ditampilkan dalam pertunjukan seni tradisional sebagai bagian dari демонстрации keterampilan atau warisan budaya. Pada sebuah festival budaya Jawa yang diadakan di Surakarta pada tanggal 3 Mei hingga 9 Mei 2025, seorang pengrajin thulup memamerkan berbagai jenis thulup dengan ukiran sederhana pada bagian luarnya. Ia menjelaskan bahwa jenis bambu yang digunakan dan teknik melubanginya sangat mempengaruhi kualitas dan akurasi thulup.
Mengenal thulup lebih dekat memberikan kita pemahaman yang lebih luas tentang keragaman senjata tradisional di Jawa. Thulup mengajarkan kita tentang kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk menciptakan alat yang efektif untuk berburu dan bertahan hidup. Meskipun terlihat sederhana, thulup adalah bagian penting dari warisan budaya Jawa yang patut untuk dihargai dan dilestarikan.