Kearifan Lokal Wakatobi: Proyek Penguatan Identitas Bahari di SMPN 1 Kendari

Wakatobi, yang dikenal sebagai salah satu warisan laut dunia, menyuguhkan kekayaan budaya bahari yang tak ternilai. Momen ini dimanfaatkan secara cerdas oleh SMPN 1 Kendari, meskipun berjarak dari Wakatobi, sekolah ini mengadopsi semangat tersebut melalui program Kearifan Lokal Wakatobi yang diwujudkan dalam Proyek Penguatan Identitas Bahari. Inisiatif ini adalah upaya strategis untuk menanamkan kesadaran ekologis dan budaya laut Sulawesi Tenggara kepada siswa melalui pendekatan pendidikan berbasis proyek.

Proyek Penguatan Identitas Bahari yang diusung oleh SMPN 1 Kendari bertujuan menjembatani kesenjangan antara kurikulum formal dan realitas geografis siswa sebagai masyarakat pesisir. Sekolah menyadari bahwa Kearifan Lokal Wakatobi—seperti tradisi melaut, teknik navigasi tradisional suku Bajo, dan praktik konservasi laut adat—adalah materi pelajaran yang sangat kaya dan relevan. Mengintegrasikan elemen-elemen ini membantu siswa membangun rasa bangga dan tanggung jawab terhadap lingkungan bahari mereka.

Inti dari Proyek Penguatan Identitas Bahari ini adalah penelitian dan eksplorasi. Siswa diorganisir dalam kelompok untuk mendokumentasikan praktik-praktik Kearifan Lokal Wakatobi terkait pengelolaan sumber daya laut. Mereka melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat adat, nelayan, dan aktivis konservasi, yang kemudian dianalisis melalui lensa ilmiah. Misalnya, mereka mempelajari mengapa beberapa area laut dilindungi secara tradisional (berbasis sasi atau pomata) dan bagaimana praktik ini sejalan dengan ilmu konservasi modern.

Untuk memastikan keberhasilan Proyek Penguatan Identitas Bahari, SMPN 1 Kendari mengadopsi metodologi interdisipliner. Dalam mata pelajaran Sains, siswa menganalisis kualitas air dan keanekaragaman hayati pesisir; dalam mata pelajaran Seni, mereka membuat karya yang terinspirasi dari motif tenun atau bentuk kapal tradisional Wakatobi; dan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, mereka menyusun laporan atau feature article jurnalistik. Semua upaya ini memperkuat pemahaman siswa tentang Kearifan Lokal Wakatobi secara holistik.

Dampak positif dari program Kearifan Lokal Wakatobi ini sangat signifikan. Siswa menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap isu illegal fishing dan polusi laut. Mereka tidak hanya pasif menerima materi, tetapi menjadi advokat muda untuk Identitas Bahari dan pelestarian lingkungan. Program ini juga memperkuat koneksi sekolah dengan komunitas, menempatkan SMPN 1 Kendari sebagai pusat inisiatif pelestarian budaya dan lingkungan di Kendari.