Hitung Stok Karbon: Misi Lingkungan Siswa SMPN 1 Kendari di Pesisir

Isu pemanasan global kini menjadi perhatian dunia, dan salah satu cara terbaik untuk memitigasinya adalah dengan menjaga ekosistem pesisir yang mampu menyerap emisi dalam jumlah besar. Di Sulawesi Tenggara, para siswa SMPN 1 Kendari mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian alam melalui sebuah proyek sains yang ambisius. Mereka menjalankan sebuah misi yang dinamakan Hitung Stok Karbon, di mana fokus utamanya adalah mengukur kemampuan hutan mangrove di sepanjang garis pantai Kendari dalam menyimpan karbon dioksida. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mencetak generasi yang sadar akan pentingnya “Blue Carbon” bagi masa depan bumi.

Proyek ini melibatkan kegiatan lapangan yang intensif, di mana siswa turun langsung ke area berlumpur di hutan bakau. Mereka belajar menggunakan metodologi ilmiah untuk mengukur diameter batang pohon, tinggi pohon, serta kerapatan vegetasi di plot-plot tertentu. Data-data fisik tersebut kemudian dimasukkan ke dalam rumus alometrik untuk mendapatkan estimasi jumlah biomassa dan cadangan karbon yang tersimpan dalam tegakan pohon. Bagi siswa di SMPN 1 Kendari, matematika dan biologi kini memiliki makna baru sebagai alat untuk membuktikan betapa berharganya ekosistem Pesisir dalam menjaga stabilitas iklim global.

Selama menjalankan Misi Lingkungan ini, siswa juga belajar mengidentifikasi berbagai jenis spesies mangrove yang tumbuh di wilayah mereka. Mereka menyadari bahwa setiap jenis pohon memiliki kapasitas penyerapan karbon yang berbeda-beda. Selain itu, mereka juga melakukan pengambilan sampel tanah di bawah hutan mangrove untuk mempelajari karbon organik yang tersimpan di dalam sedimen. Riset ini memberikan pemahaman mendalam bahwa hutan bakau mampu menyimpan karbon jauh lebih efisien dibandingkan hutan daratan. Hal ini memicu kesadaran kolektif di kalangan siswa untuk melindungi setiap jengkal hutan mangrove dari ancaman alih fungsi lahan.

Keterlibatan langsung ini mengubah cara pandang siswa terhadap lingkungan mereka. Kendari, dengan garis pantainya yang panjang, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat konservasi karbon jika dikelola dengan benar. Siswa tidak hanya melakukan Hitung stok karbon secara matematis, tetapi juga melakukan aksi penanaman kembali di area yang gundul. Mereka belajar tentang kebijakan lingkungan dan bagaimana data yang mereka kumpulkan dapat digunakan sebagai argumen untuk mendukung upaya pelestarian alam di tingkat pemerintahan lokal. Ini adalah bentuk literasi sains yang sangat kuat, di mana data menjadi dasar untuk melakukan advokasi lingkungan.