Bagi siswa SMPN 1 Kendari, laut bukan sekadar bentangan air yang luas atau tempat mencari ikan, melainkan sebuah ruang kelas yang dinamis dan penuh keajaiban. Melalui program inovatif yang memfokuskan pada pemahaman ekosistem teluk, para siswa diajak untuk melihat lebih dekat bagaimana keseimbangan alam laut memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Kendari, dengan posisi geografisnya yang memeluk teluk, memberikan akses langsung bagi sekolah untuk menjadikan laut sebagai laboratorium alam yang sangat nyata, di mana teori biologi dan geografi tidak lagi hanya dibayangkan lewat buku, tetapi dirasakan lewat sentuhan dan pengamatan langsung.
Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan perairan mereka. Setiap minggu, kelompok siswa turun ke area pesisir untuk melakukan pengamatan terhadap hutan mangrove, terumbu karang, hingga kualitas air di sekitar teluk. Dalam kegiatan ini, siswa SMPN 1 Kendari belajar tentang peran vital mangrove sebagai benteng pertahanan dari abrasi dan rumah bagi berbagai biota laut. Mereka memahami bahwa kerusakan pada satu bagian ekosistem akan berdampak pada seluruh rantai kehidupan, termasuk kesejahteraan masyarakat Kendari yang bergantung pada hasil laut.
Pendidikan Karakter Lewat Pelestarian Bahari
Langkah nyata yang diambil oleh siswa SMPN 1 Kendari untuk jaga laut meliputi aksi pembersihan sampah plastik di pesisir hingga penanaman bibit bakau. Aktivitas ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang menekankan pada etika lingkungan. Siswa diajarkan untuk melakukan identifikasi jenis-jenis fauna laut yang mulai langka di teluk dan melaporkannya kepada otoritas terkait sebagai bentuk kontribusi saintifik warga muda. Dengan terlibat langsung dalam konservasi, siswa mengembangkan empati terhadap makhluk hidup lain dan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan.
Laboratorium alam ini juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan riset siswa. Mereka melakukan uji coba sederhana terhadap tingkat salinitas air dan memantau pertumbuhan terumbu karang pasca-transplantasi yang mereka lakukan bersama para ahli. Hasil dari penelitian kecil ini dipresentasikan dalam forum diskusi sekolah, yang merangsang kemampuan berpikir kritis dan publik speaking. Para siswa belajar bahwa ilmu pengetahuan adalah senjata paling ampuh untuk melindungi alam dari kerusakan. Mereka tidak hanya belajar tentang laut, tetapi mereka belajar dari laut tentang kesabaran, ketekunan, dan kerja sama tim.