Dari kota Palu, Sulawesi Tengah, sebuah nama mencuat di kancah sains internasional: Nadira Mayumi. Siswi SMP Al-Azhar Palu ini berhasil menorehkan prestasi gemilang. Ia membuktikan bahwa potensi besar bisa lahir dari mana saja, asalkan ada kegigihan dan dukungan yang tepat.
Mayumi bukanlah pendatang baru di dunia olimpiade sains. Kecintaannya pada sains sudah tumbuh sejak sekolah dasar. Rasa ingin tahunya yang besar terhadap cara kerja tubuh manusia membawanya lebih dalam. Ia tekun belajar, bahkan saat jam istirahat sekolah, ia memilih membaca buku sains di perpustakaan.
Perjalanan Mayumi menuju panggung internasional dimulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN). Ia meraih medali perak di OSN bidang IPA SMP/MTs. Prestasi ini membuka pintu baginya untuk melangkah lebih jauh. Ia terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia di ajang International Junior Science Olympiad (IJSO).
IJSO 2024 diselenggarakan di Bucharest, Rumania, menghadirkan tantangan tersendiri bagi Mayumi. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan suhu dingin yang ekstrem. Namun, semangat juang tak pernah padam. Ia terus berfokus pada tujuan, mengingat semua perjuangan yang telah dilalui.
Kerja keras Mayumi berbuah manis. Di antara 304 peserta dari 54 negara, ia berhasil meraih medali perunggu. Ini adalah pencapaian luar biasa yang membanggakan Palu dan seluruh Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dedikasi mampu mengatasi segala rintangan.
Di balik kesuksesan Mayumi, ada peran besar dari doa dan dukungan kedua orang tuanya. Restu dan motivasi dari keluarga menjadi pendorong utama. Tanpa dukungan tersebut, ia mungkin tidak bisa mencapai titik ini, sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya support system.
Ke depannya, Mayumi berencana melanjutkan studi ke jenjang SMA, lalu perguruan tinggi. Cita-citanya menjadi seorang dosen menunjukkan tekadnya untuk terus berkontribusi dalam dunia sains. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak remaja lain di Indonesia.
Pencapaian Mayumi di IJSO adalah contoh nyata bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Ini harus menjadi pemicu bagi pemerintah dan semua pihak terkait. Mereka harus terus mendukung bibit-bibit unggul di seluruh pelosok negeri.