Teluk Kendari merupakan jantung dari ekosistem maritim di Sulawesi Tenggara, namun aktivitas manusia dan pembangunan yang masif di pesisir telah menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada terumbu karang. Kerusakan ini tidak hanya mengancam biodiversitas laut, tetapi juga berdampak pada mata pencaharian nelayan tradisional. Menanggapi kondisi kritis ini, para siswa di SMPN 1 Kendari meluncurkan sebuah inisiatif teknologi lingkungan yang menggabungkan konservasi laut dengan teknologi finansial masa depan. Proyek yang dinamakan Adopsi Karang Digital ini menjadi solusi inovatif untuk menghimpun dukungan publik dalam upaya selamatkan Teluk Kendari melalui pemanfaatan sistem proyek blockchain yang transparan.
Konsep dari inisiatif ini sangat modern namun mudah dipahami. Setiap bibit karang yang ditanam oleh para siswa di dasar teluk akan dipetakan lokasinya dan diberikan identitas unik secara digital. Melalui platform Adopsi Karang Digital, masyarakat dari seluruh dunia dapat menjadi orang tua asuh bagi karang tersebut dengan cara mendonasikan dana untuk pemeliharaannya. Penggunaan proyek blockchain memastikan bahwa setiap sen uang yang masuk dapat dilacak penggunaannya secara terbuka dan tidak dapat dimanipulasi. Ini adalah upaya nyata dari SMPN 1 Kendari untuk membangun kepercayaan publik secara global guna mendapatkan dukungan finansial yang berkelanjutan dalam misi selamatkan Teluk Kendari.
Dalam pelaksanaannya, para siswa tidak hanya fokus pada aspek digital, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penyelaman untuk memantau pertumbuhan karang secara berkala. Data pertumbuhan karang tersebut kemudian diunggah ke dalam buku besar digital pada proyek blockchain sehingga para pengadopsi dapat melihat perkembangan “anak asuh” mereka secara real-time. Melalui Adopsi Karang Digital, setiap orang yang berpartisipasi akan mendapatkan sertifikat kepemilikan digital yang dapat diverifikasi keasliannya. Inisiatif dari SMPN 1 Kendari ini membuktikan bahwa teknologi tinggi dapat menjadi alat yang sangat ampuh dalam gerakan akar rumput untuk selamatkan Teluk Kendari dari ancaman kepunahan ekosistem laut.
Keunggulan dari sistem ini adalah kemampuannya untuk mengeliminasi birokrasi yang lambat dalam penyaluran dana konservasi. Dengan adanya proyek blockchain, dana donor langsung tersalurkan untuk pembelian bibit, peralatan menyelam, dan biaya perawatan karang oleh tim relawan sekolah.